Ummu Kamilah Online

Catatan Sederhana Ummu Kamilah

Jul
20

Sementara Membuat Blog Baru

Posted by admin

Sesuatu hal yang tak terduga jika saya harus tega memproteksi blog wordpress saya. Sebetulnya saya sangat terbeban dengan hal tersebut.  Banyak link-link sahabat yang sudah tercantum di sana. Maaf jika hal itu membuat sahabat kurang berkenan.

Blog saya yang ini sebetulnya hanya kembaran blog wordpress saya. Awalnya hanya ingin mencoba hosting gratis, setelah jadi, isi blog lama diimpor ke sini. Ternyata agak kacau. Ada beberapa bagian yang tidak sesuai dengan blog lama. Saya-nya juga masih gaptek. Harap maklum jika ada komentar-komentar di postingan lama yang berantakan. Widgetnya pun harus menyusun ulang. Akhirnya saya hanya memakai blog umukamilah.wordpress.com dan mengabaikan blog ini. Setelah sahabat bertambah banyak, postingan juga bertambah jumlah, mendadak saya harus berhenti ngeblog, istirahat, dan akhirnya memproteksi blog saya.

Saya bermaksud kembali ngeblog dengan blog wordpress yang baru. Tetapi sampai detik ini belum bisa terealisasi. Masih mencari kesempatan yang pas dan luang untuk proses awalnya. Jadi sementara masih dalam persiapan fisik dan mental, jiwa maupun raga, untuk membuat blog baru, saya mencoba kembali mengakrabi blog ini. Lebay, memang seberat apa coba? Pakai persiapan segala.

Oh iya, umukamilah.blogspot.com juga terlantar bak tak bertuan tanpa tambahan postingan. :cry:   Nah bagaimana itu? Sempat terpikir juga ingin memberdayakan blog yang nyaris sekarat tersebut, tetapi nyatanya saya tak mengambil tindakan apa-apa.

Dan, ternyata tulisan pendek saya ini adalah tulisan pertama yang berbeda dengan blog terdahulu. Postingan sebelum-sebelumnya sama persis, tentu saja, sebab hanya salinan.

Ya, sudahlah.. I’ll be back.

Nov
30

Kembali Lagi

Posted by admin

Sempat lama nggak ngeblog, membuat saya tak mengikuti perkembangan yang terjadi di kalangan kawan-kawan blogger. Banyak hal-hal baru terjadi. Saya pun telat untuk sekedar mengomentari. Kadang konflik malah sudah menjelang reda. Ya, baguslah.

Menjadi blogger pemula, masih banyak yang saya  belum pahami. Saya belum banyak berkawan meski lumayan banyak blog yang sudah pernah saya kunjungi dalam terbatasnya ruang kesempatan BW. Dari blog ke blog saya sering menemukan analisa-analisa cerdas putra-putri Indonesia.

Ada yang saya kagumi gaya bahasanya yang penuh metafora. Menjadikan perbendaharaan kata saya bertambah. Meski terkadang ada beberapa istilah yang kurang saya mengerti. Yah, karenanya saya lebih bersemangat lagi belajar. Masih banyak yang belum saya ketahui.

Ada yang mempunyai kekhasan dalam penuturan kalimat per kalimat. Seolah mengalir saja,  demikian membanjir ide-idenya. Sejuk dan membuat merinding. Kadang kita terbawa haru dibuatnya.  Kadang pula menyungging senyum menemukan kelucuan kecil pada kisah-kisahnya. Read the rest of this entry »

Nov
07

Plus Minus di Setiap Diri

Posted by admin

garden

“Banyak jalan menuju syurga kok,” celetuk seorang ummahat. Matanya melirik saya, dengan kerlingan sedikit misterius. Saya hanya bisa mesem-mesem. Yah, tentang poligami. Banyak jalan menuju syurga, tak mesti harus dengan poligami.

Saya menyimak kelanjutan gejolak ummahat pengajian di tempat saya mengaji dari kabar-kabar yang disampaikan adik saya. Ada sedikit gejala ketakutan, takut suami mereka tergoda untuk menikah lagi. Tetapi belakangan, mereka menunjukkan gejala kecemburuan melihat rumah tangga poligami ( ta’addud) terhadap ummahat yang sudah melaksanakannya. Semacam minder, karena mereka tak mampu melaksanakannya juga. Mereka mengakui poligami itu adalah bagian dari sunnah Rasulullah SAW, namun mereka tak ingin suami mereka menikah lagi. Karena kesadaran itu mereka akhirnya sibuk mencari-cari pernyataan yang tepat untuk menutupi rasa minder mereka.

Sebenarnya tak perlu merasa rendah diri hanya karena tak sanggup dipoligami, sehingga harus mengeluarkan reaksi rontaan. Setiap manusia memiliki kelebihan lengkap dengan kekurangannya masing-masing. Ada yang minus di sini, plus disitu. Merasa minus mungkin karena tak mau ta’addud, namun mungkin juga plus di sisi yang lain, yang wanita dimadu minus di sisi yang itu. Lebih di sini, kurang di sana. Plus minus manusia itu lazim adanya.

Plus dalam melaksanakan poligami. Bermujahadah menjaga hati, melatih sabar, ikhlas, syukur, sabar, dan demikian tenang. Mmm, tampak plus dan mungkin membuat sedikit “panas” dan ketar-ketir wanita lain. Atau membuat wanita lain merasa rendah diri. Duuh, apa memang segitunya ya wanita yang dimadu itu kelihatannya. Read the rest of this entry »

Subscribe to Ummu Kamilah Online